Wednesday, October 24, 2018
Beranda > Berita > Mading > 16 Aturan Sekolah di Jepang, Beberapanya sama dengan di Indonesia?

16 Aturan Sekolah di Jepang, Beberapanya sama dengan di Indonesia?

Sekolah seharusnya menyenangkan dan menggembirakan.  Akan tetapi tetap saja siswa selalu mengeluhkan keadaan sekolah, terutama berkaitan dengan aturan yang diperlakukan di sekolah.  Nah, Seperti apa anak-anak Jepang bersekolah? samakah dengan yang ada di Indonesia? Berikut ini beberapa hal yang akan kita temui di sekolah-sekolah di Jepang dilansir dari www.providr.com Beberapanya sih.. mirip dengan yang ada di Indonesia

1. Kehadiran: Datang tepat waktu sekolah merupakan hal yang sangat penting. Para siswa diwajibkan hadir disekolah jam 08:30 pagi. Di beberapa sekolah, jika siswa datang terlambat lebih dari 5 kali, mereka diberi hukuman dengan datang lebih awal untuk membersihkan lingkungan sekitar sekolah.

2. Salam: Di Jepang sangatlah penting untuk menghormati orang yang lebih tua usianya, terutama yang memberikan mereka pendidikan. Setiap hari, sebelum memulai pelajaran dan setelahnya, para siswa diwajibkan berdiri dan menundukkan badannya (seperti posisi rukuk) untuk menunjukkan rasa hormat mereka kepada guru.

3. Makan Siang: Saat tibanya makan siang, para siswa tidak meninggalkan kelas mereka untuk pergi ke kantin. Akan tetapi, para siswa harus membawa alas makan mereka sendiri berikut piring dan gelasnya untuk disajikan makanan yang dibuat oleh koki sekolah atau siswa itu sendiri. Setelahnya, mereka diminta untuk menyelesaikan apapun yang ada di piring mereka dan membawa sikat gigi dan menyikat giginya.

4. Kebersihan: Para siswa di Jepang juga bertanggung jawab untuk kebersihan kelas dan koridornya. Tugas ini meliputi mengepel, membersihkan debu, membersihkan papan tulis, dan kamar mandi (WC) dikerjakan secara bersama-sama. Hal ini berguna untuk mengajarkan kebersihan bagi mereka.

5. Liburan Musim Panas: Para siswa di Jepang libur musim panasnya sebanyak 2 (dua) bulan. Mereka mendapatkan 5-6 minggu istirahat libur dimulai pada 20 Juli dan berakhir di akhir bulan Agustus. Meskipun demikian, selama masa liburan musim panas ini, mereka masih sering datang ke sekolah untuk belajar, mengerjakan PR, atau berpartisipasi dalam klub-klub di sekolah.

6. Akhir Pekan: Hingga tahun 1992, akhir pekan hanya terjadi 1 (satu) hari saja, dan pada akhirnya pemerintah menetapkan aturan baru yakni libur dalam satu pekan menjadi 2 (dua) hari, yakni; Sabtu dan Ahad meskipun banyak sekolah yang masih mengabaikan aturan ini.

7. Hubungan: Di Jepang, banyak sekolah menengah memiliki aturan di tempat yang melarang siswa memiliki hubungan terbuka (pacaran). Hal ini untuk memastikan bahwa setiap siswa secara ketat fokus pada pelajaran mereka.

8. Rambut: Ada beberapa aturan ketat yang didedikasikan bagi siswa dalam menampilkan diri mereka, banyak dari mereka terkait dengan aturan rambut. Ada beberapa keterbatasan ketika datang ke sekolah-sekolah tertentu di Jepang. Gadis tidak diperbolehkan memiliki poni lebih panjang dari alis mata mereka dan tidak diperbolehkan memakai ikat rambut warna-warni. Anak laki-laki tidak diperbolehkan memiliki rambut panjang menutupi wajah mereka dan harus dijaga rapi dan dipangkas setiap saat.

9. Seragam: Untuk siswa di Jepang, ada beberapa aturan tentang bagaimana seragam harus dipakai. Aturan-aturan ini harus dipelihara dan dijaga bahkan setelah siswa meninggalkan gedung untuk mewakili sekolah dengan mereka agar terlihat baik.

10. Akesesoris: Di beberapa sekolah di Jepang, para siswanya tidak diizinkan mengubah penampilan fisik mereka. Ini berarti tidak ada pewarna rambut, rias wajah, lensa-kontak, dan beberapa sekolah bahkan melarang pemakaian lukis-alis dan mengecat kuku.

11. Sweater: Siswa tidak diperbolehkan memakai jaket berwarna berbeda dengan seragam mereka. Hanya cokelat, biru tua, hitam, atau abu-abu. Tidak ada perhiasan yang diizinkan.

12. Telepon: Siswa tidak diizinkan menggunakan ponsel mereka saat berada di dalam sekolah. Sebaliknya, mereka diminta untuk menggunakan telepon mereka di luar kelas atau setelah sekolah bubar di tempat parkir atau pintu masuk depan sekolah.

13. Pelajaran Renang: Sebagian besar sekolah di Jepang memiliki kolam renang dan siswa diminta untuk belajar berenang. Pelajarannya diperlakukan dengan sangat serius dan terpisah dari kurikulum. Jika seorang siswa gagal, mereka harus mengikuti pelatihan selama musim panas.

14. Kancho: Meskipun ini lebih merupakan tradisi di kalangan anak-anak sekolah daripada peraturan. Bagi siswa Jepang tradisi Kancho cukup umum meskipun lelucon ini terkesan konyol. Lelucon ini menggunakan jari telunjuk yang ditekan bersama untuk menusuk seseorang di belakang. Ketika ada guru-guru yanga datang dari luar negeri ke Jepang, mereka sering diperingatkan tentang permainan kecil ini.

15. Guru Pengganti: Untuk beberapa orang, ketika seorang guru pengganti mengambil alih kelas untuk sehari, itu adalah alasan untuk menjadi malas dan malas. Di Jepang, jarang ada guru pengganti. Guru lain dari sekolah tersebut yang masuk kelas meskipun sebagian besar siswa diminta untuk belajar sendiri dan diingatkan untuk berperilaku yang baik.

16. Jam malam: Di Jepang ada aturan Jam malam bagi siswanya. Begitulah tepatnya bagi pemuda Jepang. Siswa diminta untuk pulang ke rumah pukul 10 malam dan dilarang menginap dengan teman-teman.

Bagaimana menurut kalian? Dari semua nomor di atas, manakah yang mirip di Indonesia? Atau adakah yang menurut kalian baik bagi siswa di Indonesia tapi tidak ada di Jepang? Silahkan komentarnya…?

Admin piwan
Hi, semuanya. Saya hanyalah seorang guru biasa yang coba membantu sekolah untuk menampilkan informasi, pengetahuan, dan kegiatan-kegiatan yang memang perlu untuk dipublikasikan. Menyukai bidang internet, grafis, video editing, teknologi, serta teknologi pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *