Thursday, November 15, 2018
Beranda > Berita > Mading > Batu Kali Dilukis, Seni Baru, Imut & Lucu Banget

Batu Kali Dilukis, Seni Baru, Imut & Lucu Banget

Melukis di batu? Apa itu? Ternyata seorang seniman mampu mewujudkannya. Anda pun bisa membuat sendiri lukisan diatas batu. Tentu seni yang ini terlihat unik, keren, imut.

Bagaimana tidak? Batu kira-kira seukuran genggaman anak kecil atau orang dewasa, dianggap sebagai kanvas, dan dilukis dengan berbagai bentuk dan ornamennya. Wuiih, berkelas banget nih.

melukis dibatu smpn1kotaserang.sch.idNah, apa sih yang bisa kita lakukan setelah selesai melukisnya. Jawabannya seperti dilansir dari feltmagnet.

  1. Bisa membuatnya menjadi magnit.
  2. Menghiasi kebu/taman kita.
  3. Membuat dekorasi musiman, lebaran, puasa, dsb.
  4. Melampiaskan hasrat seni anda dan membuat sebuah karya besar dalam bentuk mini, dan kalaupun anda salah melukisnya, gampang kok! buang aja batunya dan ambil batu yang lain.
    Menghibur untuk melatih seni lukis anak-anak.
  5. Bisa dijadikan hadiah untuk orang yang kita kasihi dengan tema yang seusuai.
  6. Bisa membuat koleksi binatang peliharaan dalam bentuk lukisan batu diam.
  7. Bisa dituliskan pesan, ucapan, dan perasaan anda diatasnya.
  8. Jualan batu lukis, juga bisa, dapat uang nih! Cukup foto, sebarkan di sosmed, transaksi, dibayar, kirim.
  9. Kayaknya masih banyak deh, yang lainnya. Pikirkan sendiri aja ya?

Then, setelah minat terus gimana caranya? Dibawah ini ada langkah-langkah cara membuatnya. Meskipun bukan sebuah acuan baku, namun tetap masih bisa dipakai oleh anda untuk mulai mencoba. Mungkin anda akan menemukan langkah yang handal. Tapi, tentunya coba dulu kan?

Temukan batu yang bagus. Perhatikan tingkat kelembutan bagian permukaannya, terutama lekukan bundarnya. Batu sungai/kali sepertinya yang terbaik, atau mungkin juga bisa batu laut yang anda temukan. Misalnya saja anda punya ide dasarnya, contohnya kucing, burung hantu, atau ulat, temukan bentuk yang cocok dan sesuai dengan ide dasar tersebut. Dan, cari batu di sepanjang sungai, tentunya sebuah momen yang menyenangkan? Tul enggak?

Perhatikan juga, jika anda memungut, eh…mengumpulkan batu dari alam, diperbolehkan atau tidak? Rasanya, kalo cuma sediki sih, tidak masalah, terkecuali anda membawanya satu mobil truk, atau satu pick-up bak terbuka. Ya.. harus pakai ijin dong, dan bisa habis tuh batu-batu yang ada di sepanjang sungai.

Batu yang baru diambil dari alam, dicuci terlebih dahulu dengan sabut, sabun. Pastikan bersih. Bilas dengan air hangat, dan gosok dengan lembut agar tidak merusak batunya. (Bisa pakai sikat gigi). Setelah itu, yakinkan batu sudah kering sebelum dilukis.

Bila ada bagian yang tajam, usahakan dibuat menjadi agak tumpul, bisa dengan menggunakan “amplas” ukuran untuk besar (100, 150, atau 220) gosokkan, hingga bagian yang tajam, berubah menjadi tumpul.

Nah, saat inilah, batu siap untuk dilukis. Karena masih pemula, ada baiknya dicoba terlebih dahulu sebagai latihan, melukisnya dikertas dengan ukuran yang sama dengan permukaan batu. Gunakan alat lukis yang mudah dikuasai, dan bermata tajam, pensil, spidol permanet warna yang ditajamkan ujungnya, atau model lainnya. Hal ini berguna untuk melukis bagian detail dari lukisan anda.

Saatnya melukis! Lukisan ini membutuhkan kesabaran tingkat tinggi. Bagimana tidak, bagian satu yang selesai, sebaiknya dibiarkan mengering terlebih dahulu, sebelum melukis bagian lainnya. Bisa juga menggunakan pengering rambut (hairdryer) untuk membuatnya kering lebih cepat.

Ketika anda sudah selesai melukis, ada baiknya finishing terakhir menggunakan cat pelindung transparan, seperti acrylic spray (pylox transparan) agar lapisan batu tidak terluka, tergores, bahkan bisa jadi kotor. Pelindung cat ini akan membuat batu lukisan anda akan lebih lama bertahan (awet).

Beberapa hal lainnya yang perlu diperhatikan dalam pemilihan alat

Cat
Dapat menggunakan cat berbahan dasar air (water-based), bisa juga cat akrilik. Hanya saja cat akrilik susah dihilangkan jika terkena kain. Tentukan juga, apakah lukisan kita akan dipajang di luar ruangan atau di dalam. Warna yang digunakan, ada baiknya dicobaan di kertas, agar konsistensi warna terlihat sama.

Gunakan marker dengan mata pena yang baik. Berguna untuk menambahkan detail pada lukisan anda, yang tentu saja akan susah jika menggunakan kuas, terutama pada batu yang berukuran kecil.

Spidol Cat. Jika anda akan menggunakan alat jenis ini, sepertinya akan terasa lebih baik. Bahkan ada yang berwarna-warni metalik, mengkilap. Silahkan anda coba hingga ditemukan pewarnaan yang sempurna dalam lukisan anda.

Jika anda akan menjadikannya magnit, anda bisa melekatkan magnit dibagian belakang batu lukisan anda. Tapi, batunya juga jangan yang besar-besar atau terlalu tebal. Magnit yang super kuat tentu akan lebih baik melekat jika anda menggunakannya.

Kaca pembesar juga anda perlukan, agar terhindar dari kesalahan lukis. Karena kanvas anda ukurannya, yah bisa dibilang mini, tentu semakin besar daya lihat kita, akan lebih terasa mudah melukisnya. Untuk itu, bantuan alat kaca pembesar akan sangat membantu.

Lem kita perlukan jika kita akan merekatkan satu batu dengan batu lainnya, atau melekatkan lukisan kita ke media lainnya. Lem yang baik memiliki daya rekat yang kuat, Lem tembak/panas bisa juga anda gunakan.

Pertanyaan berikutnya adalah:

Jenis cat apakah yang paling baik? Gunakan cat akrilik terang, yang dimaksud terang disini, ya.. yang benar-benar terang, ngejreng gitu.

Bagaimana memulai melukis?

Bisa kita buat dulu dengan membuat sketsa, draft, rancangan lukisan menggunakan pensil. Setelah yakin, baru gunakan spidol cat akrilik. Oh, iya.. perhatikan juga warna dasar asli dari batu yang akan dijadikan kanvas. Buatlah, pewarnaan yang kontras. (Inimah! cuma saran)

Bagaiman membuat backgroundnya?
Jika anda akan membuat warna background dibatu, usahakan untuk mengecatnya dua (2) kali. Biarkan lapisan cat pertama benar-benar mengering dan melapisi pori-pori batu sebelum mengulangi pengecatan bagian ke-dua. Nah, jika sudah benar-benar kering, mulailah anda melukis dengan tingkat kesabaran dewa.

Beberapa orang mungkin menyukai warna background putih dibatu yang hitam, agar terlihat keren. Warna background hitam juga menimbulkan kesan yang menarik. Hanya saja, yakinkan anda ketika melukis gambarnya benar-benar menggunakan warna yang mengkilat, ngejreng. Kalau kuning, ya kuning terang gitu.

Apa yang seharusnya saya lukis? Jawabannya ya tidak terbatas-lah! Lukisan hewan menjadi kesukaan, seperti kucing, burung hantu, ikan, burung, kumbang, kupu-kupu, capung, kura-kura, kodok, bunga dan matahari.

Silahkan anda gali sendiri kreativitas anda. Bisa juga seperti sudah disebutkan di atas, disesuaikan dengan momen yang sedang berlangsung di lingkungan anda, misalnya: momen lebaran, ya gambar bedug, ketupat, atau anda bisa browsing di internet untuk menemukan gambar-gambar yang lainnya.

Oke. Itu saja tipnya. Sekali lagi, pada dasarnya ini hanyalah tip dan saran saja. Segalanya terserah anda yang akan melakukannya. Semoga anda menjadi pelukis batu yang handal bagai seorang maestro seni. Selamat melukis.(MP)

Admin piwan
Hi, semuanya. Saya hanyalah seorang guru biasa yang coba membantu sekolah untuk menampilkan informasi, pengetahuan, dan kegiatan-kegiatan yang memang perlu untuk dipublikasikan. Menyukai bidang internet, grafis, video editing, teknologi, serta teknologi pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *