Friday, September 21, 2018
Beranda > Artikel > Apa itu Akreditasi Sekolah

Apa itu Akreditasi Sekolah

Akreditasi merupakan sebuah kegiatan penilaian pendidikan dengan berdasar pada beberapa kriteria yang ditetapkan dalam UU Nomor 20 Th 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional tertuang di pasal 1 ayat 22.

Disamping itu, akreditasi sekolah dalam penilaiannya dilakukan secara komprehensif terhadap kelayakan satuan atau program pendidikan. Hasil dari sebuah akreditasi kemudian diwujudkan dalam bentuk sebuah pengakuan dan peringkat kelayakan yang diterbitkan oleh suatu lembaga yang mandiri dan profesional.

Sebuah sekolah dikatakan layak atau tidak berdasarkan pada acuan SNP. SNP merupakan acuan kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum NKRI. Dalam pasal 2 ayat 1 dinyatakan bahwa SNP meliputi delapan (8) aspek, yakni; (1) Standar Isi, (2) Standar Proses, (3) Standar Kompetensi Lulusan (4) Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, (5) Standar Sarana dan Prasarana, (6) Standar Pengelolaan, (7) Standar Pembiayaan, (8) Standar Penilaian Pendidikan.

Adapun tujuan diselenggarakannya akreditasi adalah

  1. Memberikan informasi tentang kelayakan sekolah.
  2. Memberikan pengakuan peringkat kelayakan. 
  3. Memetakan mutu pendidikan berdasarkan acuan SNP. 
  4. Memberikan pertanggung jawaban kepada pemangku kepentikan (stake-holder) sebagai wujud akuntabilitas publik.

Hasil dari penyelenggaraan akreditasi sekolah, memiliki manfaat untuk:

  1. Acuan dalam usaha-usaha peningkatan mutu dan dalam perencanaan sekolah. 
  2. Umpan balik yang berguna untuk pemberdayaan dan juga pengembangan kinerja warga sekolah untuk selanjutnya dijadikan acuan dalam menerapkan visi, misi, tujuan, sasara, strategi, dan program-program sekolah berikutnya.
  3. Memotivasi sekolah untuk terus berusaha meningkatkan mutu pendidikan secara bertahap dan berkesinambungan, terencana, serta memiliki daya saing baik di tingkat Kabupatan/Kota, Propinsi, Nasional bahkan jika memungkinkan juga tingkat regional dan internasional. 
  4. Bahan referensi dan acuan bagi sekolah untuk mendapatkan dukungan dari pemerintah, masyarakat, juga sektor swasta dalam hal profesionalisme, moral, tenaga, dan dana.
    Acuan bagi lembaga-lembaga lainnya yang terkait dalam mempertimbangkan kewenangan sekolah sebagai penyelenggara ujian nasional.
  5. Bagi guru, akreditasi juga menjadi dorongan untuk selalu meningkatkan diri dan berusaha bekerja (mengajar) dengan keras untuk memberikan layanan terbaik bagi siswa-siswinya agar dapat mempertahankan mutu sekolah. Secara moral, guru juga ikut merasa sengan jika mengajar di sekolah yang diakui sebagai sekolah bermutu.
  6. Bagi masyarakat, khusunya orang tua, hasil akreditasi dapat dijadikan informasi yang akurat tentang penyelenggaraan layanan pendidikan ditawarkan oleh pihak sekolah. Hal ini tentu akan berdampak pada orang tua. Mereka akhirnya sadar dan bertanggung jawab dalam membuat keputusan dan pilihan yang tepat dalam kaitannya dengan pendidikan anak-anaknya, disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuannya.
  7. Bagi peserta didik, hasil akreditasi diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri yang besar. Peserta didik sadar bahwa mereka memperoleh pendidikan yang bermutu, dan hal ini dibuktikan dengan sertifikat akreditasi dari sekolah tersebut.

Nah bagaiamana dengan akreditasi SMP Negeri 1 Kota Serang? Silahkan klik link ini.

 

 

(mp)

Admin piwan
Hi, semuanya. Saya hanyalah seorang guru biasa yang coba membantu sekolah untuk menampilkan informasi, pengetahuan, dan kegiatan-kegiatan yang memang perlu untuk dipublikasikan. Menyukai bidang internet, grafis, video editing, teknologi, serta teknologi pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *