Info Sekolah
Sunday, 08 Mar 2026
  • Selamat Datang di laman resmi SMP Negeri 1 Kota Serang
4 June 2025

Ternyata Orangutan Juga Sekolah, Lho! Yuk Intip “Kurikulum” Unik Mereka di Nyaru Menteng

Wednesday, 4 June 2025 Kategori : Biologi

Halo, teman-teman! Kalian pasti berpikir kalau sekolah itu cuma buat manusia, kan? Ternyata anggapan itu salah besar. Di pedalaman Kalimantan, ada sebuah “sekolah” khusus buat primata cerdas kebanggaan Indonesia, yaitu Orangutan.

Nama tempatnya adalah Nyaru Menteng. Tapi jangan bayangkan mereka duduk manis belajar Matematika atau Bahasa Inggris, ya. Sekolah ini punya tujuan dan mata pelajaran yang jauh berbeda dengan sekolah kita. Penasaran? Yuk, kita simak fakta-faktanya!

1. Kenapa Orangutan Harus Sekolah?

Mungkin kalian bertanya, “Orangutan kan hewan liar, kenapa harus disekolahkan?” Jawabannya cukup sedih, guys. Mereka terpaksa “bersekolah” karena terusir dari rumah mereka sendiri akibat kerusakan hutan, kebakaran, perdagangan ilegal, hingga perburuan liar.

Banyak dari mereka yang menjadi yatim piatu sejak bayi karena terpisah dari induknya. Padahal, di alam liar, induk adalah guru terbaik yang mengajarkan cara mencari makan dan membuat sarang. Tanpa induk, mereka tidak punya skill bertahan hidup, menjadi manja, dan dipastikan gagal bertahan di hutan.

Karena itulah, Nyaru Menteng hadir sebagai benteng terakhir untuk mencegah kepunahan mereka. Pengelola di sana mendedikasikan diri untuk mengajarkan kembali insting liar yang hilang pada orangutan.

2. Murid-murid Korban “Salah Asuh”

Sekolah ini dikelola oleh Borneo Survival Foundation (BOSF) sejak tahun 1991. Saat pertama kali masuk ke pusat rehabilitasi ini, kondisi “siswa-siswa” baru ini biasanya memprihatinkan.

Banyak yang datang dalam kondisi stres, terkurung, dan terlantar. Bahkan, ada orangutan yang sebelumnya dipelihara manusia dan diberi makan nasi serta mi instan!. Padahal itu bukan makanan alami mereka. Di sekolah inilah, para ahli primata bekerja keras memulihkan kesehatan dan mental mereka agar siap belajar menjadi liar kembali.

3. Mata Pelajaran Unik: Memanjat hingga Makan Rayap

Nah, ini bagian paling seru. Kalau di sekolah kita ada kurikulum akademik, di Nyaru Menteng kurikulumnya adalah survival skill. Berikut adalah beberapa “mata pelajaran” yang harus mereka kuasai:

Manjat Pohon: Insting ini terus dilatih agar mereka sadar bahwa makanan dan tempat aman itu ada di atas pohon, bukan di bawah. Para pengasuh (baby sitter) sengaja menaruh makanan di atas supaya mereka terbiasa memanjat.

Membuat Sarang: Ini pelajaran pokok! Mereka diajarkan menyusun dedaunan dan ranting untuk tempat tidur. Awalnya mungkin berantakan, tapi lama-kelamaan bentuknya akan bagus dan posisinya semakin tinggi di atas pohon.

Mencari Makan (Survival Food): Mereka diajarkan mencari sumber protein penting seperti rayap pada batang kayu lapuk. Caranya canggih, lho, mereka diajari menggunakan ranting untuk mengorek-orek kayu tersebut.

4. Ada Ujian “Kelulusan”-nya Juga!

Sama seperti kita yang harus lulus ujian sekolah, orangutan di Nyaru Menteng juga punya syarat kelulusan. Semakin naik kelas, tantangannya semakin meningkat. Bagi siswa yang dinyatakan lulus, mereka akan dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya. Proses ini dibagi dua jenis:

1. Setengah (Semi-wild): Masih ditengok satu atau dua minggu sekali dan diberi makan buah-buahan.

2. Penuh (Full release): Ditinggal untuk hidup mandiri sepenuhnya.

Pelepasliaran ini dilakukan setelah melihat kesiapan si orangutan dan kondisi lingkungan tempat tinggal baru mereka.

5. Sekolah yang Berharap “Tutup”

Uniknya, Denny Kurniawan selaku Manajer Program di sana mengatakan bahwa misi BOSF dianggap berhasil jika sekolah ini sepi murid. Lho, kok begitu?

Karena jika sekolah ini makin ramai, artinya makin banyak hutan yang rusak dan makin banyak bayi orangutan yang menderita. BOSF tidak ingin tempat ini jadi penangkaran abadi, melainkan ingin meminimalkan kelahiran di pusat rehabilitasi. Mereka ingin orangutan hidup bebas di hutan bersama induknya sejak awal. Seperti kata Kak Denny, “Semakin banyak di kami, berarti ada yang salah di kami dan di alamnya”.


Teman-teman, cerita perjuangan orangutan di atas sangat menyentuh hati, ya. Sebagai pelajar Indonesia yang menerapkan Kurikulum Merdeka, kita wajib memiliki Profil Pelajar Pancasila. Salah satu dimensi utamanya adalah Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia, khususnya elemen Akhlak kepada Alam.

Bagaimana cara kita mempraktikkannya untuk membantu teman-teman kita, para orangutan?

1. Bernalar Kritis: Sadari bahwa setiap barang yang kita pakai (seperti kertas atau produk berbahan kelapa sawit yang tidak ramah lingkungan) bisa berdampak pada hutan tempat tinggal orangutan. Yuk, mulai kurangi pemakaian plastik dan hemat kertas!

2. Kreatif & Mandiri: Jangan memelihara satwa liar dilindungi. Biarkan mereka hidup bebas di alam. Jika melihat penjualan satwa liar di media sosial, jadilah netizen cerdas dengan melaporkannya, bukan membelinya.

3. Gotong Royong: Bagikan artikel ini ke teman-teman sekelasmu atau buat konten edukasi di media sosial kalian. Semakin banyak yang tahu, semakin banyak yang peduli.

Mari kita buktikan bahwa pelajar Indonesia bukan hanya cerdas di kelas, tapi juga peduli pada kelestarian alam Nusantara!

June 2025
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30