Hi, Sobat Piwan!
Pernah nggak sih, pas lagi seru-serunya push rank bareng temen, eh tiba-tiba ada yang blunder? Terus, bam! Langsung deh kena semprot temen setim: “Woi, main tuh pake otak dong!” atau yang lebih pedes lagi, “Dasar otak udang!”.
Duh, rasanya pasti panas banget di kuping ya? Di tongkrongan kita, kalimat “nggak punya otak” emang jadi roasting-an paling ultimate buat nyebut orang yang (maaf) lagi lemot.
Eits, tapi tunggu dulu…
Tahu nggak sih? Di dunia sains, kalimat itu sebenernya nggak sepenuhnya hinaan, lho. Faktanya, Tuhan menciptakan hewan-hewan super keren yang beneran nggak punya otak di kepalanya.
Lho, kok bisa? Ya bisa dong! Mereka tetep bisa survive, jago berburu, bahkan punya skill bertahan hidup yang lebih canggih dari teknologi manusia.
Jadi, kalau ada hewan yang bisa hidup sukses tanpa otak, masa kita yang dikasih otak canggih malah kalah semangat? Penasaran siapa aja hewan-hewan “ajaib” ini? Cekidot!
Kalau kamu ingat Patrick Star di kartun Spongebob yang agak “lemot”, wah itu sebenarnya fakta ilmiah! Bintang laut emang nggak punya otak.
Terus mikirnya gimana? Nah, mereka pakai sistem saraf sederhana yang peka banget sama sentuhan dan bau. Tapi jangan remehkan mereka, Sobat Piwan! Cara makan mereka itu agak horor tapi keren. Saat nemu kerang, Bintang Laut bakal mengeluarkan lambungnya keluar dari mulut, masuk ke cangkang kerang, mencerna dagingnya di luar, baru lambungnya ditarik masuk lagi.
Hii… ngeri-ngeri sedap ya?

Hewan yang 95% tubuhnya terdiri dari air ini beneran kosong melompong. Nggak ada otak, nggak ada jantung, nggak ada tulang, dan nggak ada darah. Waduh, terus isinya apa dong?
Superpower-nya apa? Tenang, mereka punya “Jaring Saraf” (Nerve Net) di seluruh tubuhnya. Bayangkan kulit mereka itu kayak layar HP touchscreen raksasa. Kalau ada musuh nyenggol dikit aja, Zapp! Sinyal listrik langsung nyebar ke tentakel buat nyengat. Jadi, mereka nggak perlu mikir “eh ada musuh nih”, tubuhnya otomatis nembak racun. Refleksnya juara!

Bentuknya emang mirip sosis atau timun yang jatuh ke dasar laut. Teripang ini kerjanya cuma merayap pelan-pelan sambil makanin pasir kotor.
Fakta Uniknya: Walau nggak punya otak, dia punya jurus pertahanan diri yang gila banget, lho. Kalau merasa terancam, Teripang bisa memuntahkan organ dalamnya sendiri ke arah musuh biar musuhnya kaget dan lengket.
Eits, jangan panik! Organ itu nanti bisa tumbuh lagi kok. Bayangin kalau manusia bisa gitu, seram amat kan?

Hati-hati kalau main ke pantai, jangan sampai injak hewan ini. Aww! Sakit banget pastinya. Bulu babi itu kayak landak laut yang nggak punya wajah, apalagi otak.
Gimana cara jalannya? Meskipun kelihatannya diam, wih, mereka itu jalan lho! Mereka punya ratusan kaki tabung kecil di sela-sela durinya yang dipompa pakai air laut (sistem hidrolik). Jadi mereka nggak butuh otot atau perintah otak buat jalan, mereka cuma butuh tekanan air. Canggih, kan? Kayak robot hidrolik alami!

Ini dia hewan purba yang paling santuy. Spons laut (Porifera) beneran cuma diem nempel di karang seumur hidupnya. Nggak punya otak, mata, mulut, atau perut.
Cara hidupnya? Tubuh mereka penuh pori-pori yang kerjanya menyaring air laut non-stop 24 jam. Makanan (plankton) nyangkut, air bersih keluar. Karena simpel banget, kalau tubuh Spons diblender sampai hancur (jangan dicoba ya!), sel-selnya bisa nyatu lagi dan membentuk Spons baru. Gokil, immortal abis!

Ternyata, pinter itu nggak melulu harus punya otak besar, Sobat Piwan! Hewan-hewan ini membuktikan kalau adaptasi adalah kunci bertahan hidup. Tapi, coba deh kamu bayangin:
Nah, sekarang giliran kamu yang beraksi. Jangan cuma dibaca doang, yuk lakuin ini:
Ingat Sobat Piwan, punya otak canggih itu percuma kalau nggak dipake buat hal positif. Smart is the new Cool!
Sumber Bacaan: