Hai! Kamu pasti tahu kan siapa Bung Karno? Proklamator sekaligus Presiden pertama kita ini punya banyak banget cerita unik yang jarang masuk buku pelajaran sekolah. Biar nggak bosen, yuk kita intip sisi lain “Putra Sang Fajar” dengan bahasa yang lebih santai!
Ternyata, Bung Karno nggak langsung setuju buat proklamasi, lho. Waktu tanggal 15 Agustus 1945, sekelompok anak muda maksa beliau buat cepat-cepat deklarasi kemerdekaan. Tapi Bung Karno kalem, beliau merasa harus rapat dulu sama anggota PPKI lainnya.

Puncaknya, ada tokoh pemuda bernama Wikana yang mengancam bakal ada pertumpahan darah kalau proklamasi ditunda. Bung Karno yang emosian tapi keren langsung bilang, “Ini leher saya! Seret saya ke pojok sana dan habisi sekarang juga, jangan nunggu besok!” Garang banget, kan? Akhirnya, setelah sempat “diculik” ke Rengasdengklok, beliau baru mau proklamasi di rumah Laksamana Maeda.
Setelah nggak jadi presiden lagi, Bung Karno dijaga ketat banget di Wisma Yaso. Beliau bahkan nggak boleh sembarangan ngobrol sama orang luar. Suatu hari, anaknya yang bernama Guntur datang berkunjung.

Guntur nyaranin ayahnya buat jalan-jalan di halaman biar sehat. Tapi Bung Karno malah bercanda, “Bapak malas, Tur. Di sini Bapak ngapa-ngapain aja dicurigai. Bahkan kalau Bapak kentut pun, orang-orang Orde Baru bakal mikir itu strategi politik!” Meskipun lagi sakit dan susah, selera humor Bung Karno tetap juara.
Tahun 1960, Bung Karno main ke Los Angeles, AS. Nah, beliau ingat kalau istrinya titip dibelikan pakaian dalam (bra). Masalahnya: Bung Karno lupa ukuran istrinya!

Nggak mau nyerah, Bung Karno minta tolong seorang kenalan buat manggil beberapa pelayan toko. Beliau memperhatikan postur tubuh para pelayan itu satu per satu. Pas lihat yang badannya mirip istrinya, beliau tanya, “Maaf, ukuran Anda berapa?” Pas dijawab “36”, Bung Karno langsung beli ukuran itu, plus satu nomor di atas dan satu nomor di bawahnya biar pasti pas. Cerdik banget!
Dulu, Bung Karno sering naik taksi milik Pak Arif kalau lagi di Jakarta. Karena sering “tongpes” alias nggak punya uang karena fokus berjuang, Bung Karno sering bilang, “Rif, hari ini saya nggak punya duit, anterin ya?”

Bung Karno janji bakal ganti mobil Pak Arif kalau penjajah sudah pergi. Janji itu ditepati! Setelah jadi Presiden, Pak Arif diangkat jadi sopir pribadi Bung Karno selama 20 tahun. Pas pensiun, Pak Arif bahkan dihadiahi berangkat naik Haji. Definisi teman sejati, ya!
Waktu Bung Karno ke Jepang tahun 1958, polisi di sana lagi nggak mau kasih pengawalan karena kunjungan itu dianggap nggak resmi. Padahal, ada isu beliau mau dibunuh!

Singkat cerita, teman Bung Karno menghubungi pimpinan Yakuza (gengster terkenal di Jepang) namanya Yoshio Kodama. Akhirnya, Bung Karno dikawal sama 20 anggota Yakuza selama 8 hari di sana. Hasilnya? Aman sentosa dan beliau pun senang karena diajak jalan-jalan terus.
Bung Karno itu akrab banget sama pemimpin Kuba, Fidel Castro. Mereka suka bercanda satu sama lain. Suatu kali, Castro pamer cerutu asli Kuba, lalu Bung Karno balas pamer rokok Inggris sambil bilang, “Kaum penjajah itu harus diisap sampai jadi asap dan debu!”

Bung Karno juga sempat bercanda kalau tongkat komandonya bisa mengeluarkan jin kalau dielus-elus. Castro penasaran dan mengelusnya, tapi tentu saja nggak ada jin yang keluar. Akhirnya mereka malah tukeran aksesori: Castro pakai peci Bung Karno, dan Bung Karno pakai topi militer Castro. Benar-benar friendship goals!
Dibalik sosoknya yang berani, Bung Karno adalah “Anak Mama”. Beliau sayang banget sama ibunya, Ida Ayu Nyoman Rai. Bung Karno pernah bilang kalau ibunya adalah satu-satunya sumber ketenangan hatinya.

Tahu nggak? Bung Karno sebenarnya pengen banget kuliah di Belanda bareng teman-temannya. Tapi ibunya melarang karena kejauhan dan mahal. Meskipun sempat debat, akhirnya Bung Karno mengalah dan memilih kuliah di Bandung saja. Kalau beliau nggak nurut ibunya, mungkin sejarah Indonesia bakal beda ceritanya!
Gimana? Ternyata tokoh sejarah kita seru juga ya kalau dilihat dari sisi manusianya!
Tinggalkan Komentar