Halo Ayah, Bunda, Bapak/Ibu Guru hebat, serta rekan-rekan pejuang pendidikan di seluruh Indonesia!
Belakangan ini, hasil PISA 2022 kembali ramai dibahas di berbagai media dan forum pendidikan. Banyak yang langsung khawatir, bahkan pesimis, ketika melihat skor Indonesia masih berada di bawah rata-rata negara OECD. Tapi pertanyaannya, apakah kondisi pendidikan kita benar-benar “seburuk itu”? Atau justru ada hal penting lain yang perlu kita pahami lebih dalam?
Yuk, kita bedah bersama data PISA 2022 dengan sudut pandang yang lebih jernih, objektif, dan membangun.
Sebenarnya Apa Itu PISA?
Sebelum membahas skor, penting untuk memahami dulu apa sebenarnya PISA itu.
PISA (Programme for International Student Assessment) adalah studi internasional yang diselenggarakan oleh OECD untuk mengukur kemampuan pelajar usia 15 tahun dalam:
- membaca,
- matematika,
- dan sains.
Namun, PISA bukan sekadar tes hafalan atau ujian sekolah biasa.
PISA mengukur kemampuan siswa menggunakan pengetahuan untuk:
- memecahkan masalah kehidupan nyata,
- memahami informasi,
- berpikir kritis,
- serta mengambil keputusan berdasarkan data dan logika.
Karena itulah hasil PISA sering dianggap sebagai salah satu “cermin kualitas pendidikan” suatu negara.
Realita Skor Indonesia: Masih Banyak PR Besar
Mari kita lihat datanya.
Pada PISA 2022, skor rata-rata pelajar Indonesia adalah:
- Matematika: 366
- Membaca: 359
- Sains: 383
Sementara rata-rata negara OECD berada di kisaran:
- 472 untuk matematika,
- 476 untuk membaca,
- dan 485 untuk sains.
Artinya, kemampuan literasi dan numerasi pelajar kita memang masih menghadapi tantangan serius.
Yang cukup menjadi perhatian, hanya sekitar 18% siswa Indonesia yang mencapai Level 2 matematika — level minimum yang dianggap penting untuk menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari.
Ini menunjukkan bahwa banyak siswa masih kesulitan:
- memahami informasi numerik,
- membaca grafik,
- menggunakan logika matematika sederhana,
- dan menerapkan konsep dalam situasi nyata.
Tapi Tunggu Dulu… Ada Fakta Positif yang Jarang Dibahas!
Meski hasilnya belum memuaskan, laporan PISA 2022 juga menyimpan sejumlah kabar baik yang sering luput dari perhatian publik.
Girl Power: Siswi Indonesia Tampil Lebih Unggul
Dalam hasil PISA 2022:
- siswi perempuan unggul 8 poin dalam matematika,
- dan unggul 23 poin dalam kemampuan membaca dibanding siswa laki-laki.
Ini menunjukkan bahwa banyak siswi Indonesia memiliki ketahanan belajar dan kemampuan literasi yang sangat baik.
Kesenjangan Ekonomi Tidak Terlalu Lebar
Perbedaan performa matematika antara siswa dari keluarga mampu dan kurang mampu di Indonesia tercatat sekitar 34 poin.
Sebagai perbandingan, rata-rata kesenjangan di negara OECD mencapai 93 poin.
Namun, ini bukan berarti tantangan pendidikan kita sudah selesai. Sebab, pekerjaan besar berikutnya adalah meningkatkan kualitas pembelajaran secara menyeluruh agar semua kelompok siswa bisa naik bersama.
Banyak Siswa Hebat Lahir dari Keterbatasan
Sekitar 15% siswa dari latar belakang ekonomi kurang menguntungkan berhasil masuk kelompok performa tinggi matematika di Indonesia.
Artinya, keterbatasan ekonomi tidak selalu menghalangi prestasi.
Faktor seperti:
- semangat belajar,
- dukungan guru,
- lingkungan sekolah,
- dan budaya belajar di rumah,
ternyata tetap memiliki pengaruh besar.
Dampak Pandemi Masih Terasa
Kita juga tidak bisa menutup mata terhadap efek pandemi COVID-19.
Sekitar 60% siswa Indonesia melaporkan bahwa sekolah mereka sempat tutup lebih dari tiga bulan selama pandemi.
Learning loss akibat pandemi sebenarnya terjadi hampir di seluruh dunia. Namun di Indonesia, tantangannya menjadi lebih kompleks karena masih adanya:
- kesenjangan fasilitas,
- keterbatasan akses internet,
- dan distribusi sumber belajar yang belum merata.
Literasi dan Numerasi Bukan Sekadar Hafalan
Salah satu hal penting dari PISA adalah penekanan pada kemampuan berpikir.
Literasi bukan hanya bisa membaca
Tetapi juga kemampuan untuk:
- memahami isi teks,
- menyimpulkan informasi,
- membedakan fakta dan opini,
- serta berpikir kritis terhadap informasi yang diterima.
Numerasi bukan hanya hitung-hitungan
Melainkan kemampuan:
- membaca grafik,
- memahami data,
- menghitung diskon,
- mengelola informasi angka,
- dan mengambil keputusan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, pembelajaran di sekolah perlu semakin dekat dengan konteks kehidupan nyata siswa.
Apa yang Bisa Dilakukan Sekolah?
Sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam memperkuat kualitas pembelajaran.
Beberapa langkah sederhana namun berdampak besar antara lain:
- membangun budaya membaca,
- menyediakan pojok literasi,
- memperbanyak diskusi berbasis masalah nyata,
- memberi ruang siswa bertanya dan berpendapat,
- serta menerapkan pembelajaran yang lebih aktif dan kolaboratif.
Anak-anak tidak cukup hanya menghafal jawaban. Mereka perlu dibiasakan berpikir, menganalisis, dan memecahkan masalah.
Saatnya Bergerak Bersama, Bukan Saling Menyalahkan
Hasil PISA 2022 seharusnya tidak dijadikan alat untuk saling menyalahkan.
Justru inilah momentum refleksi bersama.

Untuk Ayah dan Bunda
Mari hadir lebih dekat dalam proses belajar anak.
Bangun budaya membaca di rumah, dampingi anak tanpa tekanan berlebihan, dan bantu mereka percaya bahwa belajar adalah proses bertumbuh.
Untuk Bapak/Ibu Guru
Terima kasih atas dedikasi luar biasa yang terus diberikan.
Mari terus memperkuat pembelajaran yang:
- bermakna,
- kontekstual,
- melatih berpikir kritis,
- dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa.
Untuk Pemerintah dan Dinas Pendidikan
Data PISA memberi sinyal kuat bahwa pemerataan fasilitas dan peningkatan kualitas pembelajaran harus menjadi prioritas utama.
Investasi terbesar pendidikan bukan hanya pada gedung, tetapi juga:
- penguatan kompetensi guru,
- akses sumber belajar,
- dan ekosistem belajar yang sehat bagi siswa.
Penutup: Pendidikan Kita Belum Sempurna, Tapi Masih Punya Harapan Besar
Ya, hasil PISA 2022 menunjukkan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar.
Namun di balik angka-angka itu, ada jutaan guru yang terus berjuang, orang tua yang terus mendampingi, dan siswa-siswa tangguh yang tidak menyerah meski dalam keterbatasan.
Perubahan pendidikan memang tidak bisa terjadi dalam semalam. Tapi dengan kolaborasi, refleksi, dan langkah nyata bersama, masa depan pendidikan Indonesia tetap punya harapan besar.
Mari kita jadikan PISA bukan sekadar angka statistik, melainkan kompas untuk memperbaiki arah pendidikan bangsa.
“Di balik setiap angka, ada harapan. Di balik setiap tantangan, ada kesempatan untuk bertumbuh. Hasil PISA 2022 mengajak kita untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat budaya literasi, dan membangun karakter peserta didik yang tangguh. Mari jadikan data ini sebagai motivasi untuk melangkah lebih baik demi masa depan generasi Indonesia yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing global.”
— Lukman Hidayat, M.Pd.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 1 Kota Serang
Sumber Data:
OECD – PISA 2022 Results: Indonesia (Education GPS)







Komentar