BEKANTAN: BORNEO’S BIG-NOSED MONKEY
The Bekantan is a unique monkey from Borneo (Kalimantan), famous for its big, long nose. It’s the mascot of South Kalimantan and shows if our forests and rivers are healthy.
This monkey is special because of its male’s large nose (used to attract females and make loud sounds), its pot-belly (for digesting tough leaves), and its unique changing fur and face color (babies have blue faces!).
Bekantan also have amazing adaptations. They are great swimmers, often jumping into rivers and using their webbed feet. They are picky eaters, preferring young leaves and unripe fruits. They live in groups near rivers, with either one male leading many females or groups of just males. They communicate using different sounds like “honks” and “growls.”
Sadly, the Bekantan is endangered because its forest home is disappearing due to logging, fires, and being hunted.
But there’s hope! We can all be heroes by sharing what we know about Bekantan, learning more, supporting good products that don’t harm forests, and never keeping wild animals as pets. Let’s protect this special creature and its home for the future!
Uji Paham Bekantan
SMP Negeri 1 Kota Serang @2026
Bekantan
Borneo’s Big-Nosed Monkey
Monyet berhidung panjang khas Kalimantan yang unik dan terancam punah.
Bekantan : monyet berhidung panjang khas Kalimantan, unique : unik, famous : terkenal, mascot : maskot, forests : hutan, rivers : sungai, healthy : sehat, attract : menarik, females : betina, loud sounds : suara keras, pot-belly : perut buncit, digesting : mencerna, tough leaves : daun keras, changing fur : perubahan warna bulu, swimmers : perenang, webbed feet : kaki berselaput, picky eaters : pemilih makanan, unripe fruits : buah mentah, groups : kelompok, communicate : berkomunikasi, honks : suara seperti klakson, growls : geraman, endangered : terancam punah, disappearing : menghilang, logging : penebangan liar, hunted : diburu, heroes : pahlawan, supporting : mendukung, protect : melindungi, creature : makhluk hidup, future : masa depan.
Setelah mempelajari teks “Bekantan: Borneo’s Big-Nosed Monkey”, peserta didik diharapkan mampu:
- Mengidentifikasi informasi umum dan rinci dalam teks report.
- Menjelaskan ciri fisik dan perilaku Bekantan.
- Menemukan makna kosakata baru dalam konteks teks.
- Mengidentifikasi unsur kebahasaan dalam report text.
- Menyimpulkan isi teks secara logis dan kritis.
- Menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan satwa langka Indonesia.
- Menyampaikan kembali informasi teks secara lisan maupun tulisan sederhana.
Teks “Bekantan: Borneo’s Big-Nosed Monkey” termasuk ke dalam Report Text karena memberikan informasi faktual dan umum tentang hewan Bekantan. Teks ini menjelaskan identitas, ciri fisik, kebiasaan, habitat, serta kondisi keberlangsungan hidup Bekantan.
| Bagian Struktur | Deskripsi Singkat |
|---|---|
| General Classification | Bagian pembuka memperkenalkan Bekantan sebagai monyet unik dari Borneo (Kalimantan) yang terkenal dengan hidung panjangnya. (“The Bekantan is a unique monkey from Borneo…”) |
| Description | Bagian berikutnya menjelaskan ciri fisik Bekantan, kemampuan berenang, kebiasaan makan, kehidupan berkelompok, cara berkomunikasi, ancaman terhadap habitatnya, dan ajakan menjaga kelestarian Bekantan. |
Isi Pokok Teks:
- Bekantan adalah hewan khas Kalimantan.
- Bekantan memiliki hidung panjang dan tubuh unik.
- Bekantan pandai berenang dan hidup dekat sungai.
- Bekantan terancam punah akibat kerusakan hutan.
- Manusia harus ikut melindungi Bekantan dan habitatnya.
Nilai Karakter yang Terkandung:
- Peduli lingkungan dan Tanggung jawab.
- Cinta satwa langka dan Kesadaran menjaga alam.
- Kerja sama menjaga bumi.
- Simple Present Tense: Digunakan karena teks menjelaskan fakta umum.
Contoh: “The Bekantan is a unique monkey.” / “They live in groups near rivers.” - Action Verbs: Kata kerja yang menunjukkan aktivitas.
Contoh: jumping, using, attract, communicate, protect. - Adjectives: Kata sifat untuk menggambarkan Bekantan.
Contoh: unique, special, amazing, endangered. - Technical Terms: Istilah khusus tentang hewan dan lingkungan.
Contoh: webbed feet, pot-belly, logging, endangered. - Connectives: Kata penghubung untuk memperjelas hubungan ide.
Contoh: because, and, but, sadly.
Teks ini sangat sesuai dengan Kurikulum Merdeka karena menekankan pembelajaran berbasis pemahaman, eksplorasi, dan penguatan karakter peserta didik.
Relevansi dengan CP Bahasa Inggris SMP:
- Memahami teks informatif sederhana.
- Mengidentifikasi ide pokok dan informasi rinci.
- Mengembangkan kosakata kontekstual.
- Menyampaikan pendapat tentang isu lingkungan.
Penguatan Profil Pelajar Pancasila:
- Beriman & Berakhlak Mulia: Menghargai ciptaan Tuhan berupa satwa langka.
- Bernalar Kritis: Menganalisis penyebab Bekantan terancam punah.
- Kreatif: Membuat poster atau kampanye pelestarian Bekantan.
- Gotong Royong: Berdiskusi dan bekerja sama dalam proyek lingkungan.
- Berkebinekaan Global: Mengenal kekayaan fauna Indonesia yang dikenal dunia.
Teks ini mendukung konsep Pembelajaran Mendalam karena tidak hanya berfokus pada hafalan isi teks, tetapi juga pada pemaknaan, refleksi, dan aksi nyata.
- Meaningful Learning: Peserta didik memahami pentingnya menjaga ekosistem dan satwa langka Indonesia.
- Mindful Learning: Peserta didik diajak berpikir sadar tentang dampak penebangan hutan dan perburuan liar.
- Joyful Learning: Tema Bekantan yang unik dan menarik membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan kontekstual.
- Active Learning: Peserta didik dapat berdiskusi, presentasi, membuat poster, kampanye digital, atau proyek konservasi sederhana.
- Reflective Learning: Peserta didik merefleksikan tindakan manusia terhadap lingkungan dan mencari solusi nyata.
- a. Pre-Reading: Guru menunjukkan gambar Bekantan, bertanya tentang hewan khas Indonesia, dan melakukan brainstorming kosakata penting.
- b. While-Reading: Membaca teks bersama, menandai informasi penting, dan menjawab pertanyaan pemahaman.
- c. Post-Reading: Diskusi kelompok tentang pelestarian Bekantan, membuat poster kampanye lingkungan, dan presentasi hasil diskusi.
- d. Project-Based Learning: Peserta didik membuat poster digital, video pendek, atau infografis tentang satwa langka Indonesia.
- e. Differentiated Learning:
– Siswa visual: gambar dan video.
– Siswa auditory: diskusi dan presentasi.
– Siswa kinestetik: proyek dan roleplay.






