Orangutans are one of the largest primates in the world. They are intelligent mammals that live in tropical rainforests in Indonesia. Orangutans live mainly in Sumatra and Borneo. The scientific name of the orangutans from Northern Sumatra is Pongo abelii, while the scientific name of the orangutans from Borneo is Pongo pygmaeus.
Orangutans have large bodies covered with reddish-brown hair. Unlike monkeys, they do not have tails. They also have very strong and long arms that help them swing from one tree branch to another. Their hands are similar to human hands, so they can easily hold branches and food. A male orangutan can weigh more than 100 kilograms and grow up to 150 centimeters tall. Female orangutans are smaller and lighter than males. A mature female orangutan usually weighs about 40 kilograms and can grow up to 120 centimeters tall.
Orangutans usually live in small family groups. They spend most of their time in trees and build nests on tree branches for resting and sleeping. Orangutans mainly eat fruits, but they also eat insects, honey, bird eggs, bark, and plants. Sometimes, they eat meat as well. When they are thirsty, they can drink water collected in holes between tree branches.
Orang Utan
Fakta Mengejutkan Si ‘Manusia Hutan’ Tanpa Ekor!
Sering disangka monyet, kera raksasa asli Indonesia seberat 100 kg ini ternyata punya cara unik bertahan hidup. Simak selengkapnya!
Apes : Kera (tidak berekor), Man of the forest : Manusia hutan, Scientific name : Nama ilmiah, Mature : Dewasa, Reddish brown : Cokelat kemerahan, Unlike : Berbeda dengan / Tidak seperti, Tails : Ekor, Swing : Berayun, Branches : Cabang-cabang pohon, Nests : Sarang, Insects : Serangga, Bark : Kulit kayu.
Setelah mempelajari teks ini, siswa diharapkan mampu:
- Mengidentifikasi fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan dari teks Report terkait satwa endemik Indonesia.
- Menemukan gagasan utama dan informasi rinci (tersurat maupun tersirat) dari teks deskripsi faktual tentang Orangutan.
- Menyimpulkan perbedaan karakteristik fisik antara orangutan jantan dan betina berdasarkan teks bacaan.
Teks ini merupakan Report Text karena menyajikan informasi berdasarkan hasil observasi ilmiah, bukan sekadar opini atau cerita fiksi.
| Bagian Struktur | Paragraf | Deskripsi Singkat |
|---|---|---|
| General Classification | Paragraf 1 | Memperkenalkan fenomena secara umum, yaitu identitas orangutan sebagai kera besar dari Indonesia, habitat asal (Sumatera dan Kalimantan), serta nama ilmiahnya. |
| Description: Ciri Fisik | Paragraf 1 & 2 | Menguraikan ukuran badan, perbandingan tinggi dan berat badan antara jantan dan betina, warna bulu (cokelat kemerahan), ketiadaan ekor, dan lengan yang kuat. |
| Description: Perilaku & Habitat | Paragraf 3 | Menjelaskan cara hidup dalam kelompok keluarga kecil, kebiasaan berayun di dahan pohon, dan membuat sarang di atas pohon. |
| Description: Makanan | Paragraf 3 | Merinci buah-buahan sebagai makanan utama, ditambah serangga, madu, telur burung, kulit kayu, tumbuhan, daging, serta cara mereka minum dari lubang pohon. |
Teks ini menggunakan ciri-ciri linguistik khas teks ilmiah:
- General Nouns: Menggunakan Orangutans, great apes, monkeys (merujuk pada spesies secara keseluruhan, bukan individu spesifik).
- Simple Present Tense: Menggunakan kata kerja bentuk pertama untuk menyatakan fakta ilmiah (Contoh: They live in Sumatra, Orangutans have big bodies).
- Relating Verbs: Menggunakan is, are sebagai kata kerja penghubung (Contoh: Female orangutans are smaller).
- Action Verbs: Menggambarkan aktivitas atau perilaku fisik hewan (Contoh: swing, build, eat, drink).
- Adjectives: Menggambarkan kualitas fisik (Contoh: big, tall, reddish brown, strong, thirsty).
Teks ini sangat relevan dengan Profil Pelajar Pancasila, khususnya pada dimensi Berkebinekaan Global dan Bernalar Kritis:
- Penggunaan satwa endemik Indonesia (Orangutan) menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian peserta didik terhadap kekayaan alam lokal.
- Teks faktual ini melatih peserta didik menyaring informasi saintifik dan membedakan antara opini dengan fakta objektif, sesuai dengan semangat literasi pada Asesmen Nasional (AKM).
Melalui teks ini, guru dapat memfasilitasi pemikiran tingkat tinggi (HOTS). Guru tidak hanya menanyakan apa makanan orangutan, tetapi mengeksplorasi alasan mengapa mereka berevolusi demikian. Misalnya:
- Mendiskusikan hubungan antara lengan yang kuat dengan kemampuan bertahan hidup di kanopi hutan.
- Menganalisis rantai makanan dari ragam diet omnivora yang disebutkan dalam teks (buah, serangga, hingga daging).
Strategi interaktif yang dapat digunakan oleh guru:
- Mind Mapping: Siswa diminta membaca teks, kemudian membuat peta konsep visual yang memisahkan informasi ke dalam cabang-cabang kategori (Habitat, Ciri Fisik, Makanan, dan Kebiasaan).
- Jigsaw Reading: Siswa dibagi menjadi kelompok ahli. Ada yang khusus menganalisis informasi fisik, habitat, atau pola makan. Setelah itu, mereka kembali ke kelompok asal untuk saling menjelaskan temuan masing-masing.
- Compare and Contrast: Meminta siswa membuat tabel perbandingan antara Orangutan dengan kera/monyet jenis lain berdasarkan informasi teks (misalnya, berfokus pada fakta “Unlike monkeys, they do not have tails”).
Uji Paham Yok! Orang Utan
SMP Negeri 1 Kota Serang @2026






