5 Hari MPLS Ramah: Dari Salam Sapa Hingga Unjuk Karya, Semua Ada!

Panduan santuy tapi lengkap tentang rangkaian kegiatan 5 hari MPLS Ramah di SMP untuk orang tua, siswa, dan guru

- Penulis

Senin, 6 Juli 2026 - 08:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Panduan Lengkap MPLS 2026 SMP Negeri 1 Kota Serang — orientasi ramah, aman, dan penuh semangat kebersamaan!

Panduan Lengkap MPLS 2026 SMP Negeri 1 Kota Serang — orientasi ramah, aman, dan penuh semangat kebersamaan!

Apa Itu MPLS Ramah di SMP?

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah adalah kegiatan awal bagi murid baru yang dirancang agar pengalaman pertama di SMP terasa aman, nyaman, dan menggembirakan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa MPLS Ramah bebas perpeloncoan, bebas pungutan, dan berisi kegiatan edukatif yang menghormati hak setiap anak.

“MPLS Ramah: bukan ajang perpeloncoan, tapi proses menyambut murid baru dengan penuh hormat dan empati.”

Mengapa Durasi MPLS Kini 5 Hari?

Kemendikdasmen menetapkan MPLS Ramah untuk jenjang SMP berlangsung selama 5 hari agar pengenalan sekolah, kurikulum, lingkungan, dan potensi diri murid bisa dilakukan secara bertahap, tidak tergesa-gesa. Penambahan durasi ini juga memberi ruang bagi sekolah untuk melakukan asesmen awal, literasi, dan penguatan karakter tanpa menambah beban biaya bagi orang tua.

“Lima hari MPLS dirancang untuk mengenalkan sekolah secara utuh: warga, lingkungan, kurikulum, dan potensi diri murid.”

Hari Pertama: Kenalan dengan Sekolah dan Diri Sendiri

Pada hari pertama, rangkaian MPLS Ramah di SMP fokus pada salam sapa murid baru, upacara bendera sesuai Surat Edaran Bersama No. 9/2026, serta pengenalan diri dan lingkungan sekolah. Materi seperti Wawasan Wiyata Mandala, “Aku dan Sekolahku”, “Aku dan Sekitarku”, dan “Aku Anak Indonesia Hebat, Karakterku Kuat” membantu murid memahami peran mereka sebagai bagian dari komunitas sekolah dan warga negara.

“Hari pertama MPLS adalah momen penting untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap sekolah sejak awal.”

Peran Orang Tua di Hari Pertama

Kemendikdasmen menganjurkan agar pada hari pertama MPLS murid baru diantar langsung oleh ayah dan/atau ibu ke sekolah. Hal ini membantu anak merasa lebih tenang sekaligus memberi kesempatan orang tua berinteraksi awal dengan sekolah. Orang tua dapat menggunakan momen ini untuk memastikan informasi jadwal, lokasi kelas, dan kontak guru wali sudah jelas.

“Kehadiran orang tua di hari pertama adalah bentuk dukungan emosional yang sangat berarti bagi murid baru.”

Hari Kedua: Sehat, Aman, dan Siaga Bencana

Hari kedua MPLS diawali dengan salam sapa murid baru dan Pertemuan Pagi Ceria yang disertai cek denyut jantung dan tes fleksibilitas untuk memantau kebugaran siswa. Kegiatan lain seperti Ruang Perjumpaan Murid Baru dan materi Siaga Bencana membantu murid membangun relasi positif dengan teman, sekaligus memahami prosedur keselamatan di sekolah.

“MPLS Ramah menggabungkan edukasi karakter, kesehatan, dan kesiapsiagaan bencana dalam satu rangkaian kegiatan.”

Hari Ketiga: Asesmen Sosial-Emosional, Literasi, dan Pencegahan NAPZA

Pada hari ketiga, sekolah melakukan identifikasi awal kondisi sosial-emosional dan konsentrasi belajar murid, serta asesmen literasi dan numerasi untuk memetakan kemampuan dasar siswa. Selain itu, ada materi literasi digital dan pencegahan NAPZA (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif) untuk membekali murid dengan pengetahuan tentang penggunaan teknologi yang sehat dan bahaya penyalahgunaan zat.

“Asesmen di MPLS bukan untuk memberi label, tetapi untuk memahami kebutuhan belajar setiap murid.”

Hari Keempat: Sahabat Hebat, Budaya Sekolah, dan Lingkungan ASRI

Hari keempat diisi dengan program “Sahabat Hebat: Dengar, Peduli, dan Hargai” untuk menumbuhkan empati dan keterampilan sosial murid. Murid juga diperkenalkan budaya khas sekolah, kurikulum, cara belajar efektif, serta gerakan ASRI (Aku, Kamu, dan Lingkungan Kita Bersama) yang menekankan sekolah sebagai lingkungan aman, sehat, resik, dan indah.

“Budaya sekolah yang positif adalah fondasi pencegahan bullying dan kekerasan.”

Hari Kelima: Unjuk Karya dan Penutupan MPLS

Hari terakhir MPLS dimulai dengan salam sapa dan Pertemuan Pagi Ceria, kemudian dilanjutkan dengan sesi unjuk karya yang memberi ruang bagi murid menampilkan bakat dan kreativitas. Acara ditutup dengan penutupan MPLS dan doa bersama, menandai awal resmi perjalanan belajar murid di SMP dengan suasana yang hangat dan penuh apresiasi.

“Unjuk karya di hari kelima menunjukkan bahwa setiap murid punya potensi yang layak dirayakan.”

Apa Saja Larangan dalam MPLS Ramah?

Kemendikdasmen melarang tegas praktik perpeloncoan, kekerasan fisik maupun verbal, pungutan biaya, penggunaan atribut tidak edukatif, serta keterlibatan alumni sebagai penyelenggara MPLS. Panitia dari kalangan murid (misalnya pengurus OSIS) harus berkarakter baik dan tidak memiliki riwayat tindak kekerasan, agar kegiatan benar-benar aman bagi murid baru.

“Jika MPLS mengandung kekerasan atau pungutan, itu bertentangan dengan panduan resmi MPLS Ramah.”

Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua dan Guru?

Orang tua dapat memantau jadwal MPLS, menanyakan isi kegiatan, dan berdiskusi dengan anak setiap selesai MPLS untuk memastikan mereka merasa aman dan nyaman. Guru dan sekolah berperan memastikan seluruh kegiatan sesuai panduan resmi, transparan, dan berorientasi pada penguatan karakter serta profil lulusan yang diimpikan sekolah.

“Kolaborasi orang tua dan guru menjadikan MPLS bukan hanya formalitas, tetapi tahap penting pembentukan karakter anak.”

Artikel Terkait

Jangan Sampai Ketinggalan! Panduan Lengkap MPLS 2026 untuk Orang Tua dan Siswa Baru
Dari Laboratorium Komputer Menuju Panggung Nasional, 15 Siswa Piwan Ikuti OSN 2026
“Bukan Sekadar Perpisahan…” 507 Siswa Angkatan 73 SMPN 1 Kota Serang Resmi Dikembalikan kepada Orang Tua
Mengintip Keseruan PSAT SMP Negeri 1 Kota Serang: Sistem Mixing Ruangan Bikin Siswa Makin Mandiri!
Uang Sobek Masih Bisa Dipakai? Ini Jawaban Menarik dari Bank Indonesia untuk Siswa Piwan
Keluar Zona Nyaman, OSIS SMPN 1 Kota Serang Belajar Jadi Generasi Hebat & Ramah Lingkungan!
Semangat Hardiknas 2026: Belajar, Berkarakter, Siap Hadapi Masa Depan
PSAJ 2026 Resmi Digelar: Siswa Kelas IX Piwan Tunjukkan Semangat Pantang Menyerah
Berita ini 34 kali dibaca

Artikel Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 08:25 WIB

5 Hari MPLS Ramah: Dari Salam Sapa Hingga Unjuk Karya, Semua Ada!

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:01 WIB

Jangan Sampai Ketinggalan! Panduan Lengkap MPLS 2026 untuk Orang Tua dan Siswa Baru

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:55 WIB

Dari Laboratorium Komputer Menuju Panggung Nasional, 15 Siswa Piwan Ikuti OSN 2026

Selasa, 9 Juni 2026 - 23:21 WIB

“Bukan Sekadar Perpisahan…” 507 Siswa Angkatan 73 SMPN 1 Kota Serang Resmi Dikembalikan kepada Orang Tua

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:31 WIB

Mengintip Keseruan PSAT SMP Negeri 1 Kota Serang: Sistem Mixing Ruangan Bikin Siswa Makin Mandiri!

Posting Terbaru

Ganesha, Yunita, dan Athara berhasil lolos OSN‑K tingkat Kota Serang dan siap melaju ke tingkat Provinsi

Prestasi

Tiga Siswa Piwan Lolos OSN Provinsi, Siap Harumkan Kota Serang

Minggu, 28 Jun 2026 - 07:00 WIB