Asesmen Diagnostik: Rahasia Guru Jitu Baca Kemampuan Siswa!

- Penulis

Jumat, 19 Juli 2024 - 07:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Asesmen Diagnostik: Membongkar Kemampuan dan Kebutuhan Murid untuk Pembelajaran yang Tepat Sasaran

Asesmen diagnostik bagaikan rontgen untuk melihat kemampuan dan kebutuhan belajar murid. Berbeda dengan tes biasa yang hanya mengukur hasil belajar, asesmen diagnostik mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, dan kesenjangan pengetahuan pada setiap murid.

Manfaat Asesmen Diagnostik:

  • Membuat pembelajaran yang terpusat pada murid: Guru dapat merancang pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan dan kebutuhan belajar masing-masing murid.
  • Meningkatkan efektivitas pembelajaran: Pembelajaran yang tepat sasaran memaksimalkan penyerapan materi dan meminimalisir kesenjangan belajar.
  • Membantu murid dengan kesulitan belajar: Identifikasi dini kelemahan murid memungkinkan guru untuk memberikan intervensi dan dukungan yang tepat.
  • Mengembangkan kurikulum yang lebih baik: Data asesmen diagnostik dapat digunakan untuk mengevaluasi kurikulum dan menyusun program pembelajaran yang lebih efektif.

Jenis-jenis Asesmen Diagnostik:

  • Asesmen Diagnostik Kognitif: Mengukur pengetahuan dan pemahaman murid terhadap materi pelajaran. Contohnya: tes, kuis, proyek, dan portofolio.
  • Asesmen Diagnostik Non-kognitif: Mengukur aspek non-akademik seperti minat, bakat, motivasi, dan gaya belajar murid. Contohnya: observasi, wawancara, dan survei.

Asesmen Diagnostik Non-Kognitif
Asesmen diagnostik non-kognitif di awal pembelajaran dilakukan untuk menggali hal-hal seperti berikut:

  • Kesejahteraan psikologis dan sosial emosi sisiwa
  • Aktivitas siswa selama belajar di rumah
  • Kondisi keluarga dan pergaulan siswa
  • Gaya belajar, karakter, serta minat siswa

Tahapan melaksanakan asesmen diagnostik non-kognitif adalah

  1. Persiapan
  2. Pelaksanaan
  3. Tindak Lanjut

    Asesmen Diagnostik Non-Kognitif
    Strategi tanya jawab

    1. Pastikan pertanyaan jelas dan mudah dipahami
    2. Menyertakan acuan atau stimulus informasi yang dapat membantu siswa menemukan jawabannya
    3. Memberikan waktu berpikir pada siswa sebelum menjawab pertanyaan

    Asesmen Diagnostik Kognitif
    Asesmen diagnostik kognitif bertujuan mendiagnosis kemampuan dasar siswa dalam topik sebuah mata pelajaran. Asesmen diagnostik kognitif dapat dilaksanakan secara rutin yang disebut asesmen diagnostik kognitif berkala, pada awal pembelajaran, akhir setelah guru selesai menjelaskan dan membahas topik, dan waktu lain. Asesmen Diagnostik bisa berupa Asesmen Formatif maupun Asesmen Sumatif.
    Tahapan melaksanakan asesmen diagnostik kognitif adalah:

    1. Persiapan
    2. Pelaksanaan
    3. Diagnosis dan Tindak Lanjut
    Baca Juga:  Menganyam Keberagaman dalam Kelas Bahasa Inggris: Merangkul Budaya dengan Culturally Responsive Teaching (CRT)

    Asesmen Diagnostik Kognitif. Contoh kegiatan persiapan & pelaksanaan

    1. Buat jadwal pelaksanaan asesmen
    2. Identifikasi materi asesmen berdasarkan penyederhanaan kompetensi dasar yang disediakan oleh Kementrian
      Pendidikan dan Kebudayaan
    3. Susun pertanyaan sederhana yang meliputi:
      • 2 pertanyaan sesuai kelasnya, dengan topik capaian pembelajaran baru
      • 6 pertanyaan dengan topik satu kelas di bawah
      • 2 pertanyaan dengan topik dua kelas di bawah
        (sesuaikan pertanyaan dengan topik yang menjadi prasyarat untuk bisa mengikuti pembelajaran di jenjang sekarang)

    Asesmen Diagnostik Kognitif Contoh kegiatan tindak lanjut

    1. Lakukan pengolahan hasil asesmen
      • Buat penilaian dengan kategori “Paham utuh”, “Paham sebagian”, dan “Tidak paham”
      • Hitung rata-rata kelas
    2. Bagi siswa menjadi tiga kelompok:
      • Siswa dengan nilai rata-rata kelas akan mengikuti pembelajaran dengan ATP sesuai fasenya
      • Siswa dengan nilai di bawah rata-rata mengikuti pembelajaran dengan diberikan
        pendampingan pada kompetensi yang belum terpenuhi
      • Siswa dengan nilai di atas rata-rata mengikuti pembelajaran dengan pengayaan
    3. Lakukan penilaian pembelajaran topik yang sudah diajarkan sebelum memulai topik
      pembelajaran baru, untuk menyesuaikan pembelajaran sesuai dengan rata-rata kemampuan
      siswa
    4. Ulangi proses diagnosis ini dengan melakukan asesmen formatif (dengan bentuk dan strategi
      yang variatif), sampai siswa mencapai tingkat kompetensi yang diharapkan

    Follow WhatsApp Channel smpn1kotaserang.sch.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

    Artikel Terkait

    Panduan Praktis Transformasi Kelas Berpusat pada Murid
    SMA Terbaik Dimana? Ini Program Unggulan dan Fakta Menariknya!
    Wow, Gila Keren Banget! Intip Laboratorium Hidup Terkeren di Dunia
    Antara Kapur Tulis dan Jeruji Besi: Babak Baru Perlindungan Guru di Indonesia
    Guru Sertifikasi Wajib Tahu! Ini Daftar Lengkap Ekuivalensi Tugas Tambahan 2025 (Kepmendikdasmen 221/P/2025)
    Matematika Bukan Sekadar Hitung Cepat! Ini 4 Bocoran Materi Numerasi TKA yang Wajib Kamu Tahu
    Bedah Tuntas! Bocoran 30 Soal Literasi Asesmen Nasional & Tips Lulus Anti-Gagal
    TKA! Bukan Pengganti UN, Tapi “Paspor” Menuju Sekolah Impian
    Berita ini 5 kali dibaca

    Artikel Terkait

    Senin, 20 April 2026 - 22:11 WIB

    Panduan Praktis Transformasi Kelas Berpusat pada Murid

    Rabu, 1 April 2026 - 13:28 WIB

    SMA Terbaik Dimana? Ini Program Unggulan dan Fakta Menariknya!

    Sabtu, 31 Januari 2026 - 19:31 WIB

    Wow, Gila Keren Banget! Intip Laboratorium Hidup Terkeren di Dunia

    Jumat, 23 Januari 2026 - 16:58 WIB

    Antara Kapur Tulis dan Jeruji Besi: Babak Baru Perlindungan Guru di Indonesia

    Selasa, 20 Januari 2026 - 22:04 WIB

    Guru Sertifikasi Wajib Tahu! Ini Daftar Lengkap Ekuivalensi Tugas Tambahan 2025 (Kepmendikdasmen 221/P/2025)

    Posting Terbaru